PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI: Bagian 1

KONDISI EKSTERNAL

Era revolusi industri 4.0 saat ini menuntut Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (FKIP UHO) sebagai lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) serta sebagai unit pengelola program studi (UPPS) untuk bersaing di tingkat global. Sejalan dengan hal itu, maka FKIP UHO patut mempertimbangkan kondisi eksternal meliputi lingkungan makro dan dan lingkungan mikro yang mencakup aspek politik, ekonomi, kebijakan, sosial, budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lingkungan makro meliputi aspek ekonomi, politik, kebijakan dan peraturan, social masyarakat, keragaman budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, sebagai berikut:

Aspek ekonomi :

  • Pertumbuhan ekonomi lokal di Sulawesi Tenggara semakin baik (6.45) (Bank Indonesia, 2019; Badan Pusat Statistik, 2019).
  • Pertumbuhan ekonomi nasional semakin baik yakni sebesar 5.04% (www.cnbcindonesia.com, 2019). Hal ini berdampak pada bertambahnya jumlah peminat (calon mahasiswa) yang melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.
  • Pertumbuhan ekonomi global 3% (World Bank, 2018)
  • Penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor
  1. Stabilitas politik nasional dan daerah yang semakin kondusif (BPS, 2018). Menurut data BPS (2018) bahwa Indeks Demokrasi Indonesia dalam kategori sedang. Data statistik Sulawesi Tenggara berada pada angka 74,32 berada pada kategori sedang.
  2. Kebijakan dan peraturan yang mendukung peningkatan sumber daya manusia mengarah pada kapasitas dosen, reformasi birokrasi yang berjalan efektif sehingga akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia (Ditjen SDID, 2019).
  3. Sosial masyarakat yang didukung oleh sumber daya alam (pertambangan, perkebunan dan jasa) yang melimpah menjadi potensi bagi pembukaan lapangan kerja (Data BPS, 2018). Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Sulawesi Tenggara tahun 2019: 71.62% (cluster tinggi) (Data BPS, Pebruari 2019).
  4. Keragaman budaya dan adat istiadat masyarakat Sulawesi Tenggara menjadi modal dasar untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam menangkal masuknya budaya asing.
  5. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang sangat pesat dapat mendorong kreativitas mahasiswa, meningkatkan produktivitas dosen, meningkatkan pelayanan akademik, membantu dalam meningkatkan kerja sama dengan stake holders dan pengguna lulusan.

 

Lingkungan mikro meliputi: pesaing, pengguna lulusan, sumber calon mahasiswa, sumber calon dosen, sumber tenaga kependidikan, e-learning, kebutuhan mitra.

  1. Dalam mengantisipasi pesaing yang ada, maka upaya yang dilakukan UPPS FKIP UHO antara lain melakukan revisi kurikulum sesuai standar nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan pengguna; berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain dalam pengembangan bidang keilmuan yang relevan.
  2. Menjalin hubungan antara UPPS dan pengguna lulusan dengan mendorong kemitraan bersama lembaga eksternal baik lembaga pemerintah maupun swasta.
  3. Sosialisasi profil jurusan/program studi di sekolah-sekolah, menjalin kemitraan bersama Kemendikbud dalam program bidik misi, jalur undangan/penelusuran minat dan bakat siswa SMA/SMK/MA.
  4. Rekruitmen calon dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi tinggi, berintegritas yang baik, berkepribadian yang luhur dan loyal terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  5. Pembelajaran e-learning yang diterapkan saat ini melalui kerja sama dengan SPADA Indonesia (sistem pembelajaran dalam jaringan).
  6. Pengembangan pembelajaran berbasis link and match untuk menjawab kebutuhan mitra (pengguna) dan pasar kerja.

Posisi FKIP UHO yang strategis tersebut menjadikan FKIP UHO memiliki peran sentral dalam menghasilkan lulusan yang professional karena UHO merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri terbesar di Sulawesi Tenggara dan memiliki FKIP dengan tujuh belas jurusan/program studi.  Sejak pertama dibentuk tahun 1981 FKIP UHO telah mengoptimalkan perannya sebagai LPTK. Hal ini dibuktikan dengan beberapa tonggak penting peran FKIP di bidang pendidikan dan keguruan di Indonesia bahkan internasional, antara lain: (1) Tuan rumah Forum Komunikasi Pimpinan LPTK seluruh Indonesia (2019), (2) Penyelenggara Program Kualifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama; (3) Penyelenggara Program Jarak Jauh PGSD; (4) Penyelenggara Program Sertifikasi Guru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama (2009 - 2016), (5) Penyelenggara Program Kualifikasi Guru, (4) Penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) (2017 - sekarang); serta (6) Penyelenggara Diklat Program Penguatan Kepala Sekolah (PKS) (2019); serta (7) Penyelenggara Program SEA-Teacher.

Hasil identifikasi dan posisi yang strategis yang dimiliki oleh FKIP UHO menjadi dasar dalam menyusun analisis SWOT untuk pengembangan program studi di FKIP. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa: (1) kekuatan yang dimiliki adalah: FKIP UHO merupakan fakultas terbesar yang dimiliki UHO terdiri dari 17 jurusan/program studi; dan telah berpengalaman dalam melaksanakan program-program nasional dan internasional; (2) kelemahan yang dimiliki saat ini adalah rasio dosen berkualifikasi guru besar masih dalam tahap pengembangan; sarana prasarana pendukung perkuliahan masih dalam proses peningkatan baik kuantitas maupun kualitas; (3) peluang: pertumbuhan ekonomi yang makin meningkat (2) semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan nasional dan internasional yang berinvestasi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang relevan dengan kompetensi keilmuan di FKIP UHO; (4) tantangan: tingginya tingkat persaingan dari perguruan tinggi lain di tingkat regional, nasional dan internasional; kebutuhan pasar kerja yang membutuhkan kompetensi, penguasaan bahasa asing dan teknologi informasi.

Berdasarkan hasil analisis SWOT maka FKIP UHO merumuskan strategi pengembangan program studi yang berkesesuaian untuk menghasilkan program-program pengembangan alternatif yang tepat yakni berupa: (1) visi, misi, tujuan dan strategi FKIP UHO yang berorientasi global sesuai karakteristik wilayah kepulauan; (2) tata pamong, tata kelola dan kerja sama yang good governance, akuntabel, dan transparansi; (3) recruitment calon mahasiswa yang ketat dan sesuai dengan standar Dikti serta  layanan kemahasiswaan yang dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki; (4) peningkatan kualitas sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan) dan rekognisi atas kepakaran dosen; (5) pengelolaan keuangan dan peningkaran kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pembelajaran; (6) Pengembangan kurikulum sesuai level KKNI, peningkatan kualitas pembelajaran serta integrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam pembelajaran; (7) peningkatan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa; serta (8) peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa.